TUGAS SOFTSKILL : Kepemimpinan, Organisasi dan SDM

Teori kepemimpinan, organisasi dan Sumber Daya Manusia. dan contoh kaitannya di Indonesia

1.     Kepimipinan

Menurut DuBrin (mengemukakan bahwa kepemimpinan ini adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan, cara memepengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah, tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespons dan menimbulkan perubahan positif, kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangkan mencapai tujuan, kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional dapat tercapai.

Teori – Teori Kepemimpinan :

·         Teori Sifat

Teori kepemimpinan yang mempertanyakan sifat – sifat yang membuat seseorang dapat menjadi pemimpin. Dalam teori ini mempunyai dua kesimpulan bahwa sseorang pemimpin itu ada karena dilahirkan atau sesuai dengan sifat yang mereka miliki.

·         Teori Situsional Hersey dan Blanchard

Teori kepemimpinan yang memungkinkan pemusatan perhatian pada para anggota dengan mengatur gaya kepemimpinan tergantung pada kesiapan dan tingkat kedewasaan para anggota.

 

2.     Organisasi

Menurut Stephen P. Robbins, organisasi yaitu kesatuan (Entity) sosial yang

dikoordinasikan dengan cara sadar, dengan satu batasan yang relatif bisa diidentifikasi, yang bekerja atas basic yang relatif terus – terusan untuk satu tujuan atau sekumpulan tujuan.

Menurut Max Weber, organisasi yaitu satu kerangka jalinan terstruktur didalamnya ada wewenang, serta tanggung jawab dan pembagian kerja menggerakan suatu hal manfaat spesifik.

 

Teori Organisasi :

·         Teori Organisasi Klasik

Mendeskripsikan organisasi sebagai susunan jalinan, kekuasaan – kekuasaan, sebagai tujuan, beberapa fungsi, beberapa aktivitas, komunikasi serta aspek lain saat orang bekerja bersama. Teori klasik terlalu tersentralisasi serta tugas – tugasnya terspesialisasi dan pemberian panduan mekanistik struktural yang kaku serta tak kreatif yang digambarkan oleh beberapa teoritisi.

·         Teori Organisasi Neo – Klasik

Organisasi tidak bekerja dengan mulus dan bukan merupakan mesin yang bekerja secara sempurna. Manajemen dapat merancang hubungan dan peraturan yang formal dan sebagainya, namun diciptakan juga pola hubungan status, norma dan hubungan informal yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sosial para anggota organisasi.

Pada intinya teori ini mengutamakan segi psikologis serta sosial, baik bagi individu serta group dalam lingkungan kerja .

·         Teori Modern

Bertujuan sebagai analisi sistem pada organisasi yang disebut aliran ketiga paling besar dalam teori organisasi serta manajemen. Sistem terbuka yang dipelopori Katz serta Robert Khan dalam bukunya The Social Psychology of Organization yang menerangkan tentang kelebihan sistem  terbuka.

 

3.     Sumber Daya Manusia

Menurut M.T.E Hariandja (2002) sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal. Oleh karena itu SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.

Menurut Mathis dan Jackson (2006) sumberdaya manusia adalah rancangan sistem – sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.

Menurut Hasibuan (2003) pengertian sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu daya pikir dan daya fisiki yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.

Menurut Parker Follet, manajemen sumber daya manusia adalah suatu seni adalah suatu seni untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi melalui pengaturan orang – orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.

Tujuan manajemen SDM adalah untuk meningkatkan dukungan sumber daya manusia dalam usaha meningkatkan efektivitas organisasi dalam rangka mencapai tujuan.

 

Contoh Kaitan Kepemimpinan, Organisasi dan SDM di Indonesia

Jakarta– Di tengah perekonomian nasional yang melambat, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas menjadi peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, hal tersebut menjadi tantangan pemerintah dalam kedepannya. Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies R. Baswedan, dalam seminar yang bertajuk “Penguatan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Manusia” di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2015. Untuk mendorong SDM yang berkualitas, diperlukan kesadaran pendidikan bagi masyarakat menengah ke bawah yang memandang bahwa, pendidikan tinggi dirasa tidak perlu. Kondisi ini tentunya berdampak kepada SDM di Indonesia yang kalah saing dengan negara tetangga.

“Lihat Korea Selatan, lihat Thailand, liat China, mereka SDMnya kuat-kuat. Pemerintah mereka mau menyuplai pendidikan di sekolah-sekolah. Kalau di Indonesia banyak pertanyaan seperti ini, buat apa sekolah. Nah ini jadi tantangan kita bersama,” ujarnya. Lebih lanjut dia menilai, kekayaan SDM di Indonesia sebenarnya sangat menjanjikan, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar. Maka dari itu, pendidikan di Indonesia harus dapat di dorong agar memiliki SDM yang berkualitas baik dari segi kompetensinya maupun yang lainnya.

“Kita harus mendorong bahwa kekayaan Indonesia adalah sumber daya manusianya. Bahwa sebenernya yang harus dikembangkan itu adalah manusianya. Karena dengan begitu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Ini tidak terlepas dari segi pendidikan masyarakat,” tutupnya.

 

Tentu kepemimpinan seseorang akan mempengaruhi bagaimana berkembangnya sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Kepemimpinan dan SDM juga tentunya menentukan keberhasilan dari organisasi tersebut. Jadi ketiganya saling memiliki keterkaitan antar satu sama lain. Seperti contoh diatas, kepemimpinan seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai anggota pemerintahan sangat berperan penting dalam mengembangkan dan juga memajukan sumber daya manusia yang ada di Indonesia, yakni melalui pendidikan.

Pendidikan sangat penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Tetapi masalahnya kesadaran masyarakat Indonesia akan masalah pendidikan masih rendah. Jika seorang Menteri Pendidikan dalam program kerjanya memiliki rencana – rencana untuk membuat program pendidikan yang baik dan dapat warga negara Indonesia ini menjadi lebih maju lagi, sehingga pendidikan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat diseluruh Indonesia, maka Indonesia dapat memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dalam segi pendidikan juga keterampilan.

Dan majunya SDM di Indonesia tentu akan berpengaruh pada perekonomian pemerintah Indonesia (organisasi). Karena itu kepemimpinan seorang Menteri Pendidikan memiliki pengaruh besar dalam mengembangkan dan memajukan SDM di Indonesia yang akan berimabas keuntungan ataupun kerugiannya pada Pemerintahan Negara Indonesia sendiri.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.learniseasy.com/2015/09/pengertian-kepemimpinan-dan-teori-kepemimpinan.html

Teori Organisasi Neo-Klasik

Pengertian Organisasi | Tujuan, Ciri-ciri, Unsur & Teori

Hariandja, M.T.E. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarara Indonesia

Brahmasari, I.A & Suprayetno,A. (2008). Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasaan Kerja Karyawan serta Dampaknya pada Kinerja Perusahaan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 10, No. 2

http://infobanknews.com/anies-baswedan-kekayaan-indonesia-ada-di-sdm/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s