SOFTSKILL : PSIKOTERAPI REBT

Rational Behaviour Emotive Therapy

A.      Latar Belakang

             Terapi rational emotive theraphy (REBT) sering disebut pendekatan konseling ABCDE. Diperkenalkan oleh Albert Ellis pada tahun 1995. Albert Ellis lahir pada tanggal 27 September 1913 di Pittsburgh, Pennsylvania, yang kemudian dibesarkan di New York. Ellis adalah alumnus dari City University of New York dalam bidang Business Administration dan setelah itu baru mengikuti pendidikan psikologi klinis pada tahun 1942 di Columbia University dan memperoleh gelar doktornya pada tahun 1993. Setelah menyelesaikan pendidikan doktornya, ia bekerja sebagai psikolog klinis di New Jersey State Diagnostic Center, Menlo Park. Setahun kemudian ia menggabungkan diri dengan New Jersey Department of Institutions and Agencies di Trenton. Bersamaan dengan jabatan-jabatannya, Ellis mempunyai praktik pribadi yang dilakukan sejak tahun 1943, yang mengkhususkan diri pada psikoterapi dan konseling perkawinan. Ellis sendiri mengatakan bahwa dialah yang mempelopori seks terapi. Ellis juga seorang psikonalis yang merasakan pendekatan psikoanalistidak efisien. Pada tahun 1959, ia ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif pada Institute for Advanced Study in Rational Psychotheraphy di New York. Jabatan penting yang pernah dipegangnya di APA adalah ketika tahun 11961-1962 yang bertindak sebagai ketua dari Divison of Counsulting Psychology.

        Continue reading SOFTSKILL : PSIKOTERAPI REBT

Advertisements

Tugas Softskill Psikologi Manajemen : KEPEMIMPINAN

  1. Definisi Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya) sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut.

Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu ketika ia mengarahkan aktivitas kelompok menuju suatu tujuan bersama (Hemphil & Coons, 1957:7)

Continue reading Tugas Softskill Psikologi Manajemen : KEPEMIMPINAN

TUGAS SOFTSKILL PSIKOLOGI MANAJEMEN : KOMUNIKASI

Komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio yang berarti ‘pemeberitahuan’ atau ‘pertukaran pikiran’. Jadi secara garis besar, dalam suatu proses komunikasi haruslah terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu pertukaran pikiran dan pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan komunikasi (penerima pesan).

Definisi komunikasi menurut Carl I. Hovland adalah proses dimana seorang individu atau komunikator mengoperkan stimulan biasanya dengan lambang – lambang bahasa (verbal maupun non verbal) unruk mengubah tingkah laku seseorang.

Menurut William Albig, komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.

Sedangkan menurut Karlfried Knapp, komunikasi merupakan interaksi antarpribadi yang menggunakan sistem simbol linguistik, seperti sistem simbol verbal (kata-kata) dan nonverbal. Sistem ini dapat disosialisasikan secara langsung/tatap muka atau melalui media lain (tulisan, oral, dan visual)

Dimensi-dimensi  komunikasi :

  1. Isi

Isi adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi. Kita dapat melihat adanya pembagian golongan dalam hal isi. Kita juga dapat membedakan kateori dari jenis isi. Contonya seperti apakah hal tersebut merupakan fakta atau perasaa (opini)

  1. Kebisingan

Kebisingan adalah tinggi rendahnya suara yang terdengar dalam melakukan komunikasi

  1. Jaringan

Jaringan adalah sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Seperti komunikasi yang bergantung pada jaringan satelit.

  1. Arah

Arah komunikasi dibagi dua, yaitu :

  • Komunikasi satu arah

Komunikasi satu arah adalah komunikasi hanya ada satu orang berbicara menyampaikan informasi untuk satu orang atau lebih

  • Komunikasi dua arah

Komunikasi dua arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi dan satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberpa informasi.

Peran psikologi manajemen dalam organisasi

Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi – fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Psikologi manajemen juga merupakan ilmu tentang bagaiamana mengatur atau memanage SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

Menurut saya peran psikologi manajemen dalam organisasi adalah psikologi manajemen banyak membantu dalam perekrutan sumber daya manusia, membantu penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahaan dan mengevaluasi jabatan dan juga kinerja karyawan. Menurut saya psikologi manajemen juga sangat diperlukan dalam sebuah organisasi. Guna membuat dan mengarahkan organisasi ke arah yang lebih baik.

Menurut saya peran psikologi manajemen dalam organisasi, psikologi manajemen juga berperan dalam memahami perilku organisasi, yaitu perilaku karyawan atau pekerja yang berada dalam organisasi tersebut, seperti produktivitas karyawan, kualitas kehidupan kerja, tekanan pekerjaan dan kemajuan karir.

Menurut saya psikologi manajemen juga berperan dalam memahami perilaku organisasi seperti kepemimpinan, kepuasan kerja, pengambilan keputusan, pengukuran sikap, motivasi. Termasuk juga kepribadian, emosi dan stres terhadap pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA

Suprapto, T. (2009). Pengantar Teori Manajemen dan Komunikasi. Yogyakarta : Media Pressindo.

Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Wiasarana Indonesia, 2005

Ivancevich, John M, Kanopaske, R & Matteson, Michael. (2007). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta : Penerbit Erlangga

 

 

 

ANALISIS ARTIKEL PSIKOLOGI KREATIF

 

1.                    Judul : Konsep Terapi Ketawa
Sumber : http://yuflihul.blogspot.com/2014/05/konsep-terapi-tertawa.html

Tertawa adalah kemampuan yang hanya dimiliki manusia yang merupakan ekspresi kebahagian dan bisa dilakukan tanpa syarat dan sama khasiatnnya dengan meditasi  sehingga sering disebut yoga tawa. Terapi tertawa atau yoga tawa adalah terapi yang diyakini mampu membangkitkan semangat hidup, sekalipun kita dalam kondisi strees (Kataria,2004).

Continue reading ANALISIS ARTIKEL PSIKOLOGI KREATIF